you're reading...

Misc

Penjual pisang

Jaman sekarang setinggi apa nilai uang Rp 1000,- bagi anda? Tidak banyak. Buat jajan cuma bisa air mineral gelas satu buah dan permen empat biji. Bahkan, kadang-kadang ada pengamen yang marah-marah ketika ada orang memberinya Rp 1000,-. Betul kan?

Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa sepulang dari tempat kerja saya belanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional yang letaknya satu jalur dengan jalan pulang, Beginilah ibu-ibu. Di pasar ini ada bapak-bapak penjual pisang yang biasa mangkal di pintu masuk. Orangnya tinggi, tidak terlalu gemuk tapi juga tidak terlalu kurus, kira-kira berusia 60 tahunan.

Siang itu saya lihat dagangannya tinggal dua sisir pisang raja sereh, yang kebetulan termasuk jenis pisang kegemaran keluarga saya. Jadilah saya beli semuanya.

Dari si tukang pisang saya berjalan ke penjual lain yang ada di pasar. Tiba-tiba banyak orang memanggil-manggil, ”Bu .. bu … ” Entah mengapa saya menengok ke arah suara tersebut. Mungkin karena saya merasa ibu-ibu ya. Di tengah banyak orang di tengah pasar itu saya lihat si bapak penjual pisang tergopoh-gopoh mendekati saya, Saya bertanya, ”Kenapa pak? Saya bayarnya kurang ya?” ”Nggak bu, justru ibu kelebihan bayarnya, uang ibu tadi ada yang nempel. Ini ..”, katanya sambil menyodorkan uang Rp 1000,-.

Sejenak saya tak bisa berkata apa-apa. Heran, karena ternyata masih ada orang yang seperti ini. Mencari-cari orang di tengah pasar hanya untuk menyerahkan sesuatu yang bukan haknya. Saya hanya menerima saja ketika dia menyerakan uang ini.

Segera setelah tersadar, saya mencari bapak penjual pisang itu di tempatnya semula. Tapi sayang, kata tukang tahu yang ada di dekatnya, dia sudah pulang. Para penjual di situ hanya tahu bapak ini rumahnya di Cijeruk. Akhirnya saya pulang.

Esok harinya, saya sengaja menemui bapak penjual pisang ini dan cerita selanjutnya biarlah saya, dia dan Allah yang tahu. Terima kasih ya Allah.

Discussion

No comments yet.

Post a Comment

Time flees without delay