Sore ini ketika saya membaca artikel di sebuah majalah bulanan, saya menemukan kembali istilah safety riding, suatu istilah yang sampai saat ini tidak saya pahami maksudnya. Ini adalah kali sekian saya mendengar atau membaca istilah tersebut, setelah beberapa waktu yang lalu saya membaca di surat elektronik mengenai lomba menulis seputar safety riding. Ketika datang pada acara penyerahan hadiah untuk para juara lomba tersebut, bisa dipastikan istilah ini saya dengar puluhan kali. Dalam artikel yang saya baca, safety riding rupanya dimaknai perilaku berkendara dengan memerhatikan tingkat keamanan dan keselamatan yang ideal bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kalau selama ini kita merayakan Valentine dengan cara-cara yang lazim dilakukan orang lain, kenapa tidak kita mulai melakukannya dengan cara yang berbeda?
(Review bukunya akan saya tulis nanti)
Hari ini ada ujian skripsi di tempat saya bekerja dan saya menjadi salah seorang penguji. Semuanya berjalan seperti biasa. Namun, ada satu hal yang sangat menarik. Ternyata mahasiswa yang saya uji menyimpan cerita yang inspiratif, setidaknya buat saya.
(more…)
Kali ini saya hanya akan menghubungkan anda ke sebuah tulisan yang dibuat oleh seorang sahabat karena saya merasa sangat tersanjung. Tulisan berjudul Nawang Wulan membuat saya semakin bersyukur atas nikmat yang saya terima. Betapa saya dikelilingi orang-orang yang menyayangi saya, dari bayi hingga umur saya sebanyak ini.Dan bukan hanya orang, ternyata lebah madu yang punya sarang di pintu rumah saya pun ikut mengucapkan selamat ulang tahun dengan mendaratkan kecupan di mata kiri saya.
Sengaja saya bilang umur saya banyak, bukan tua. Tua menurut saya identik dengan ketidakmampuan. Betul kan?