Beberapa waktu lalu teman saya datang dari Bandung dan kami sepakat bertemu di sebuah restoran di Botani Square. Setelah memesan makanan, beberapa kali datang seorang pramusaji yang menanyakan pesanan kami. Apakah sudah lengkap atau masih ada yang kurang. Mulanya biasa saja. Sampai suatu saat saya tergelitik membaca tulisa di name tag-nya karena tulisan itu sangat besar untuk kartu seukuran kartu pos itu. Tulisannya berbunyi “Checker Table”. Baru kemudian saya berpikir, barangkali karena pekerjaannya adalah menge-check meja (dalam bahasa Inggris disebut table), ia disebut checker table.
(more…)
Terjadi lagi. Saya membaca surat kabar berbahasa Indonesia dan sebagai orang Indonesia saya jadi bingung dibuatnya. Saya tidak tahu, apakah anda juga mengalami kebingungan yang sama.
(more…)
Sumpah, saya baru tahu kalau ternyata telah terjadi pergeseran makna frase auctor intelectualis yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi aktor intelektual. Ah, ke mana saja saya selama ini.
(more…)
Kalau dulu merdeka dan mati merupakan dua pilihan yang tentu saja harus kita pilih, sekarang merdeka dan mati adalah konsekuensi yang harus dijalani. Keduanya. Kita merdeka tapi pada saat yang bersamaan kita juga sedang menuju ke arah kematian. Tentu saya tidak sedang membicarakan kematian dalam arti harfiah karena kata merdeka menyiratkan makna bahwa kita hidup, bukan?