Beberapa hari yang lalu saya diajak sahabat saya, WKF, mengikuti acara napak tilas yang diselenggarakan Komunitas Napak Tilas yang memiliki slogan “Nyukcruk galur mapay laratan” dalam ekspedisi bertajuk Napak Tilas VI: Jejak Tradisi Megalitik di Gunung Salak. Dan seperti sebuah kebetulan, ajakan ini datang tatkala saya absen jalan pagi dan senam selama beberapa minggu. Hitung-hitung rapel olah raga.
Begitulah ungkapan yang sering saya dengar dan baru-baru ini saya membuktikan kebenarannya. Sesuatu yang ditangani oleh ahlinya memang lebih efisien. Bukan hanya hemat waktu, ternyata bisa juga menghemat tenaga dan uang. Lega sekali rasanya setelah tiket yang saya perlukan ada di tangan. Semua bisa selesai dalam waktu yang relatif singkat dan ternyata jumlah yang harus saya bayar lebih sedikit dibanding jika saya mencarinya sendiri.
Sayangnya, pendidikan masih diperingati sebagai sesuatu yang sakral. Cerita lengkapnya nanti ya, karena saya mau upacara dulu.
Pernahkah anda menikmati hamparan edelweis di tengah dinginnya kabut, di puncak sebuah gunung? Pasti indah sekali. Terlebih kalau keindahan itu dinikmati bersama orang-orang terkasih.Tapi sayangnya tidak semua orang berpendapat demikian.
(more…)
Perubahan bukan hanya harus dilakukan, namun sangat harus dilakukan. Orang-orang berpikiran terbuka pasti menyadari hal itu. Namun kadang orang hanya bisa berkomentar mengenai hal ini, tanpa mau tahu apa yang sebenarnya terjadi. Barangkali sebaiknya ia belajar mana fakta dan mana fiksi.